MENAPAK KESEIMBANGAN JIWA DENGAN TERAPI TECHNOSPIRITUALITY
Technospirituality
Anda ingin ke Bali, Puncak Pegunungan Everest, atau kota-kota besar di Asia dan Eropa tanpa mengeluarkan biaya? Atau, Anda juga ingin sehat, penuh percaya diri, berperilaku lebih baik, dan memiliki spirit untuk mencapai suatu tujuan hidup? Jawabannya bisa ditemukan dengan menerapkan terapi technospirituality (teknologi spiritual). Metode ini dipercaya dapat menuntun dan mengarahkan Anda ke tujuan dan kondisi kejiwaan yang diinginkan.
Rudi, 45 tahun,adalah seorang yang berlatar pendidikan psikologi tamatan sebuah perguruan tinggi nasional ternama. Dia mengaku memiliki beberapa kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan dalam hal memenuhi hasrat seksualnya, misalnya, dia bisa dengan mudah menyalurkan kepada sembarang wanita tanpa takut tertular penyakit atau dosa. Rudi menyadari perbuatannya harusdihentikan. Namun Rudi taktahu bagaimana caranya. Pada suatu ketika temannya menawarkan untuk mencoba terapi yang disebut technospirituality. Caranya, dalam posisi duduk relaks, Rudi diberi sekeping CD berisi musik untuk didengarkan dengan menggunakan headset selama 30 menit. Pertama kali melakukannya Rudi tidak merasakan efek apa-apa selain merasakan kenyamanan efek dari musik lembut yang didengarnya. Namun, setelah kebiasaan itu diulang-utang hingga beberapa kali, suatu perubahan signifikan mulai muncul.Rudi seperti diajak memasuki alam yang tenang, aman, dan damai. Perjalanan hidupnya seolah tergambar kembali dengan jelas. Uniknya, alam”lain”yang muncul dalam benaknya itu senantiasa membawanya kedalam suatu kedaan yang tentram dan damai.
Apa yang terjadi pada Rudi?
Menurut Erbe Sentanu, teman Rudi yang juga pemilik dan pengelola Katahati Institute, adalah suatu kegiatan technospirituality yang memungkinkan hadirnya dimensi kesadaran fisik rnelalui gelombang otak yang bekerja menjelajahi batin. Hasilnya, antara lain, adalah visualisasi apa dan kemana arah tujuan Anda.
“Technosprituality mampu memberikan pancingan rangsangan daya pikir yang Anda inginkan. Puncak pencapaiannya adalah rasa nyaman, tenang, damai, serta terciptanya keseimbangan hati dan jiwa,” papar pria yang akrab dipanggil Nunu.
Bukan hal aneh pula bila technosprituality ini juga mampu menghadirkan suatu keadaan yang sama sekali belum pernah dialami atau dirasakan seseorang. Pendeknya, sesuatu yang dicita-citakan atau diimpikan,dapat dengan mudah direalisasikan melalui cara ini.Taruhlah misalnya selama ini Anda bercita-cita berlibur ke
“Technospirituality mampu mencari dan menemukan frekuensi baik melalui hati maupun pikiran yang bergerak dalam kondisi tertentu saat keseimbangan otak dan pikiran tercapai”. katanya.
Lalu bagaimana keadaan Rudi setelah mempraktekan technospirituality itu?”Saya sekarang dapat meninggalkan kebiasaan buruk yang dulu sulit saya tinggalkan.Terapi itu membuat saya lebih tenang, nyaman,dan tenteram. Karena itulah mungkin kini saya dapat lebih berkonsentrasi dalam bisnis,” paparnya.
Manfaat Technospirituality
Katahati Institute yang didirikan Nunu pada 1998 ini diposisikan sebagai Pusat Teknologi Transformasi Kesadaran Sukses. Lembaga ini memfasilitasi berbagai pelatihan serta peningkatan kualitas kesadaran dan mutu kehidupan manusia secara personal dan memproduksi beragam peranti transformasional modern sebagai alat bantunya.
Menurut Nunu, otak manusia mempunyai daya jelajah pikir hingga membawa pengalaman petualangan bathin dalam realitas hidup. Bahkan melalui proses ini seseorang dapat berkunjung ke suatu tempat yang belum diketahuinya. Dalam pikirannya dia merasa pernah tahu atau merasa sudah singgah ditempat tersebut. Ini terjadi karena orang tersebut sebelumnya pernah menjelajahi petualangan bathin tanpa disadari.
Technospirituality juga diyakini mampu merangsang hormon untuk membangun menalitas seseorang. Bila Anda seorang maka Anda dapat menghadirkan mentalitas juara dalam setiap pertandingan yang Anda ikuti. Tentu saja sebelum mding atau latihan, Anda harus diberi dopingatau perangsang hormon tenaga melalui technospirituality tadi. Banyak atlet ketika masa latihan mencapai prestasi luar biasa. Namun saat memasuki arena pertandingan,dia tidak memiliki mentalitas juara hingga hasilnya antiklimaks,”kata Nunu,memberi contoh betapa technospirituality itu mampu memotivasi seseorang untuk tampil prima. Technospirituality juga dapat membantu kelancaran meditasi untuk mencapai relaksasi, ketenangan jiwa, menambah rasa percaya diri, serta menyembuhkan berbagai penyakit.Lebih dari itu, technospirituality dapat menambah kekhusyuan dan keikhlasan dalam menjalankan berbagai aktivitas hidup… /Sigit
Biarkan Otak Anda Bekerja
Bagaimana mempraktekan technosprituality? Mudah saja. Cukupdengan mengambil posisi duduk, berdiri atau tidur dengan keadaan rileks, lalu dengarkan CD dan kaset dari tape audio dengan memakai headset. Dari dalamnya mengalun”musik” lembut dan “perintah-perintah” (Nunu menyebutnya ‘gelombang suara’) sederhana untuk dilaksanakan para pendengarnya.Musikdan suara-suara di dalam kaset dan CD itu telah diprogram untuk kebutuhan spiritual orang dari berbagai profesi.
“CD dan kaset yang berisikan gelombang suara dirancang melalui pendekatan psikologi dan teknologi. Dengan mendengarkan suara itu orang sadar dan merasakan suasana bathin yang berbeda.Dampaknya luar biasa,” kata Nunu.
Kemudian dengarkan getaran suara yang akan memicu rangsangan gelombang otak dan pikiran yang bekerja sesuai tujuan yang Anda inginkan. “Biarkan otak Anda yang bekerja dan dampaknya Anda sendiri yang merasakan’. kata Nunu
Menurutnya, otak yang terlatih dengan metode technospirituality akan memiliki kecenderungan untuk mudah masuk ke dalam kondisi khusyu (deep relaxed focus concentration) secara cepat dan berkualitas. Karena dalam kondisi yang sinkron dan seirama, otak akan mengeluarkan endrorphin atau senyawa kimia penyebab rasa aman dan rasa nikmat dalam jumlah besar.
Teknologi yang digunakan soundtrack ini akan membawa kita ke dalam pola gelombang alpha, theta dan delta. Seperti orang yang melakukan latihan beban di gym, teknologi ini memberikan input pada system syaraf dalam takaran yang lebih dari kemampuannya.
Hal ini menyebabkan sistem syaraf rnenyesuaikan diri dalam lompatan kuantum untuk beroperasi dengan tingkatan kompleksitas lebih tinggi.Sehingga terjadi jalur-jalur syaraf baru, perluasan wilayah komunikasi otak dan peningkatan kecerdasan dan kejernihan berpikir, intuisi, kemampuan belajar, kreativitas dan banyak lagi manfaatnya.
“Aspek spiritual manusia ditentukan dari gelombang otaknya. Karena itu saya memproduksi rekaman dalam CD yang sudah dirancang untuk rnembangkitkan kondisi brainwave tertentu hingga tercipta aspek spiritual yang dimaksudkan” kata Nunu.
Nunu yang pernah mengalami berbagai pengalaman spiritual saat belajar di Selandia Baru, mengaku secara langsung pernah bertukar pikiran dengan para pakar pengembangan pribadi dari mancanegara, seperti Deepak Chopra, Brian Tracy, Maharishi Mahesh Yogi, Sandy Mac Gregor, Shri Shri Ravi Shankar, Wayne Dyer serta James Redfield, penulis trilogy The Celestine Prophecy.
“Selama ini manusia berusaha mencari jati diri dan mencari Tuhan melalui tuntunan agama. Namun ajaran tersebut bersifat teoritis dan dogmatis saja. Saya berusaha mengakomodasi spiritualitas itu dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta merasionalisasi keseluruh aspek spiritual,” papar Nunu. /Sigit
By Admin, April 28, 2007 | Technospirituality
email this | tag this | digg this | trackback | comment RSS feed