Resolusi Sehat Menjemput Tahun 2008

December 6, 2007 | Holistic Health

Nirmala Edisi Desember 2007
Oleh: EMMA MADJID

Tahun kuda (2007) hampirberakhir, Tahun tikus (2008) sudah di ambang pintu. Apa yang perlu kita benahi di tahun mendatang agar selalu sehat lahir dan batin?Erbe Sentanu (pelatih transformasi diri), Ebiet G Ade (musisi dan pencipta lagu), dan dua pekerja seni Tike Priatnakusumah dan Happy Salma, mengibarkan resolusi sehat mereka. Simak dan jika perlu…….tiru jurus-jurusnya.

ERBE SENTANU

Ingin Mendirikan Ikhlas Center dan Sekolah-sekolah Berbasis Hati

Setelah meluncurkan buku Quantum Ikhlas dan menjadi bestseller di Gramedia menyusul keberhasilan The Secret karangan Rhonda Byrne, pelatih transformasi diri yang juga pendiri Katahati Institute ini ingin terus berkarya. “Insya Allah buku saya yang akan datang masih tentang aplikasi teknologi kekuatan hati yang intinya lebih menyadarkan bahwa menggunakan hati adalah suatu pilihan smart untuk gaya hidup (life-style) sekaligus cara hidup (way of life) manusia modern saat ini,” ujarnya.

Menyertakan hati

Dalam kondisi dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini (keadaan ekonomi yang cepat berubah, efek pemanasan global yang sudah terasa, dan banyak terjadi bencana alam), buku-buku yang meneduhkan jiwa semacam itu memang dibutuhkan. Tidak tertutup kemungkinan tahun depan yang tinggal beberapa hari itu suasananya akan lebih kelabu lagi. Agar tetap tenang beraktivitas, sebaiknya apa yang kita lakukan? “Dunia mungkin saja akan lebih kelabu di tahun 2008 nanti, namun hemat saya Insya Allah siapa pun yang ingat pada Tuhan dan terus tawakal beraktivitas dengan menyertakan hatinya akan mendapatkan bimbinganNYA,” kata Mas Nunu. “Semua yang sedang terjadi adalah per-INGAT-an agar manusia lebih ingat pada yang seharusnya diingat yaitu tugas menebar kebaikan yang dititipkan olehNya pada kita, bukan sebaliknya,” sambungnya.

Kuncinya, menurut Mas Nunu, ada pada letak per-HATI-an kita dalam beraktivitas sehari-hari. “Sertakan hati dalam berpikir, melangkah, dan berkerja. Ikhlaskan apa pun yang sedang kita ikhtiarkan termasuk yang sedang terjadi meskipun mungkin hal itu beluni sesuai dengan keinginan kita. Buatlah agar hati selalu diliputi rasa syukur, sabar, fokus, tenang, dan senang. Insya Allah hidup kita akan selamat dan bahagia,” tuturnya.
Menurut Mas Nunu, patut disadari juga bahwa masalah pemanasan global yang sedang diributkan akhir-akhir ini merupakan akibat dari proses ‘pemanasan hati’ yang dialami oleh seluruh penduduk di muka bumi. “Kita urus apa yang seharusnya kita urus, yaitu bahwa hati kita seharusnya membalut seluruh aktivitas kita agar selaras dengan prinsip-prinsip kedamaian dan kebahagiaan seluruh isi alam. Dan Tuhan akan mengurus apa yang ada dalam kuasaNya, seperti kondisi-kondisi ‘kelabu’ bencana alam, pemanasan global, dan lain-lain,” ujarnya.

Jarang makan nasi

Menjadi pelatih transformasi diri yang sering diundang ke berbagai daerah dan negeri jiran, menuntut Mas Nunu selalu tampil fit. “Saya selalu memulai kegiatan dengan doa dan niat yang tepat untuk kegiatan yang dilakukan. Dengan istirahat yang cukup dan balanced happiness sebagai panduan, saya mengisi semua aktivitas,”
katanya. Sedangkan untuk istirahat otak, ia banyak menggunakan DigitalPrayer brainwave sesuai kebutuhan. “Suplemen biasanya disiapkan oleh istri saya untuk saya bawa,” lanjutnya.
Dalam hal makanan, ia lebih memilih ikan atau ayam, sayuran, dan buah-buahan. “Saya jarang sekali mengkonsumsi nasi. Kalau saya perhatikan ternyata pola makan saya terarah ke Food Combining secara alami,” katanya. Masih suka minum obat warung kalau sakit ringan? “Kini saya memilih untuk go-green dan go-natural. Jadi, herba, jamu, jus, atau istirahat tubuh secara alami termasuk massage dan terapi ayurveda sudah menjadi kebiasaan saya selama 20 tahun ini. Karena menurut saya, segala yang alami tidak meninggalkan residu yang tidak perlu.”

“Saya sangat bersyukur dengan kondisi kesehatan saya secara umum. Kesehatan gigi dan mata juga hal yang saya syukuri mengingat usia saya saat ini yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi,” sambungnya.

Kampanye Kekuatan Hati

Tahun depan Mas Nunu ingin melakukan kampanye nasional memasyarakatkan penggunaan kekuatan hati dalam hidup secara holistik. “Saya ingin bisa lebih melayani kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia dan negara-negara jiran yang sudah lebih memahami dan menghargai kekuatan hati yang ikhlas. Mendirikan semacam Ikhlas Center dan sekolah-sekolah berbasis hati juga menjadi perhatian saya tahun 2008,” tuturnya. «)


Related Pages

By Admin, December 6, 2007 | Holistic Health